Rabu, 06 Oktober 2010

CALIBAN




Caliban dibentuk pada Hattingen, Jerman pada tahun 1997 dengan nama Never Again "[2] Setelah enam bulan bermain bersama, band ini merekam pertama mereka dua lagu untuk demo, yang tidak pernah dirilis.. Lagu yang dikirim ke beberapa label rekaman , dan Lifeforce Records adalah yang pertama untuk menawarkan band kontrak rekaman. EP pertama band self-titled keluar pada musim panas tahun 1998. Untuk mempromosikannya, Caliban bermain banyak menunjukkan seluruh Eropa dan menunjukkan dukungan beberapa untuk band-band termasuk Morning Sekali lagi, Earth Crisis dan Cro-Mags.
Setelah tur Eropa mereka pada tahun 1999, Caliban masuk studio untuk merekam penuh pertama mereka panjang berjudul A Boy Kecil dan Surga Grey. CD ini mendapat review baik di majalah besar banyak dan hardcore yang lebih kecil dan zine logam. Band ini digambarkan sebagai campuran Slayer, Poison the Well dan Hatebreed. [rujukan?] Mereka juga merilis bagian pertama dari CD-split dengan Heaven Akan Burn, yang bernama The Split Program.

WAR OF BADAR

War of Badar
Pada awal terbentuknya WAR OF BADAR kami tumbuh dalam pengaruh music HARDCORE yang membawa kita pada image yang susah untuk dihilangkan bahwa pada kenyataannya kita tetap berpegang teguh pada aliran METAL sebagai dasar band ini berdiri. Banyak orang menilai kita berpindah aliran yang semula HARDCORE NEWSCHOOL menjadi METALCORE tetapi kita mencoba menegaskan sekali lagi bahwa aliran musik yang kita bawa tetap seperti misi awal kita mendirikan band yaitu METALCORE, meskipun dalam perjalanan kita bermusik tidak tertutup kemungkinan untuk mengambil influence dari band - band HARDCORE seperti HATEBREED, MERAUDER, MADBALL, STRIFE...
Throne of the Tyrant
Throne of The Tyrant terbentuk ada tanggal 16 Juli 2009,dengan formasi Ndaru (vokal), Bagus (gitar), Dion (bass), Lukman (drum). Genre yang dibawakan oleh Throne of The Tyrant adalah new wave metal,dengan pembawaan instrumen yang lebih easy listening di telinga para pendengar dan peminat musik metal. Filosofi nama Throne of The Tyrant diambil berdasarkan pandangan kami dalam menilai manusia-manusia yang berkedudukan tinggi yang saling berebut tahta untuk kejayaan pribadi karena keserakahan mereka dan keegoisan dalam memimpin layaknya tirani yang hanya menyesatkan kehidupan rakyat yang damai. Tujuan kami bermusik bukan sekedar untuk main-main atau karena “musiman” semata, selain karena menyalurkan hobi, kami ingin menunjukkan eksistensi band underground di Malang khususnya scene metal. So,don’t let yourself just sit and stand watching us. Destroy the moshpit and shake this earth while listening us! Hail Metal! Hail Malang City!

BURGERKILL

Berasal dari Bandung, Jawa Barat, Burgerkill dibentuk pada tahun 1995 dan telah terus membentuk scene underground metal di Indonesia sejak. Selama 14 tahun Burgerkill secara konsisten berada di sorotan sebagai kekuatan yang harus diperhitungkan dalam logam Indonesia, dari menulis komposisi untuk soundtrack film untuk publikasi keberhasilan novel yg berhubungan dgn riwayat hidup sendiri. Album pertama mereka, 'Dua Sisi', menunjukkan awal band sebagai condong ke arah yang didominasi 'Hardcore Metal' dan diterima dengan baik dalam komunitas underground metal. Dengan 'Berkarat' album kedua mereka dan yang paling baru mereka 'Beyond Coma dan Keputusasaan' Burgerkill telah menemukan kaki mereka-lubang dan mengembangkan gaya mereka sendiri. Burgerkill menetapkan standar untuk pertunjukan logam tinggal di Indonesia, dan selalu menjadi dipotong jelas di atas sisanya. Apa yang Anda dengar di album ini apa yang Anda dapatkan hidup - tidak ada kekecewaan. gaya mereka dan tingkat kinerja, tak sebanding dengan apa yang sebelumnya terlihat atau terdengar di Indonesia. Burgerkill telah menjadi veteran dari tahap logam karena mereka secara teratur logam mendukung tindakan tur Indonesia Internasional seperti The Black Dahlia Murder, As I Lay Dying, dan Himsa.

BESIDE

BESIDE
Beside exsis dari pertengahan tahun 1997, berdiri di kota Bandung Indonesia, lahir di tengah-tengah komunitas yang cukup ternama di Indonesia “HOMELESS CREW”. Sebuah band project pada asalnya dengan memainkan musik-musik hardcore pada zamannya dari mulai Rykers, Strife, Earth crsis dll. Berganti-ganti personel adalah menjadi suatu kebiasaan, bahkan di akhir tahun 2007 beside masih berganti personel.

Fattah, salah satu gitaris beside yang terakhir harus resign! Di karnakan kesibukan kerja yang sangat padat. Ichad Heaven fall adalah orang yang kami pilih untuk menutup kosongnya formasi, dan karna seringnya kita berganti pesonel, maka beside banyak bertemu orang-orang baru yang mempunyai selera musik yang beragam dari mulai Inflames, Soilwork, Dragon force, Slayer, Malevolent creations,Kataklysm dll. Yang pada akhirnya memberi warna baru bagi musik beside. Metal mungkin konsep yang lebih cocok untuk beside pada sekarang ini.

10 tahun memang bukan waktu yang sebentar untuk menyelesaikan satu album, karna seringnya berganti ganti personel, kesibukan yang menyita waktu, konsep musik yang masih belum jelas menjadi factor utama dalam keterlambatan kami.

Dengan formasi saat ini yang solid Owank voc,Akew Guitar, Paneu Bass, Chad Guitar, Baby Drum, akhirnya beside bisa menyelesaikan album pertama kami yang di beri nama AGAINST OURSELVES, yang di rilis di akhir tahun 2007 oleh parapatan rebels & absolute records.

PARAU

Parau
Pada awal kiprahnya Parau yang terbentuk pada September 2002 ini banyak dipengaruhi oleh band Hardcore seperti Rykers, Hatebreed, Earth Crisis, Strife dan Morning Again. Seiring waktu, melalui jam terbang manggung yang makin padat, pelan tapi pasti unsur Metal mulai merasuki orbit musik Parau. Sempat mengalami beberapa kali pergantian personil, justru membuat Parau makin kuat dan matang dalam berkarya.
Terobosan baru pun dilakukan dengan memberikan unsur - unsur metal untuk memperkaya musik Parau. Eksistensi band - band seperti Ark Angel, Pantera, All Shall Perish, Black Dahlia Murder, Lamb of God, Necrophagist hingga Faceless, sangat berpengaruh pada playlist pribadi masing-masing personel sampai akhirnya Parau benar - benar bertransformasi menjadi band Metal. Selain itu musik Parau juga dikemas dengan taste masing - masing personil sehingga menghasilkan musik dengan distorsi berat dan beat menghentak yang dapat membangkitkan adrenalin yang enak untuk didengar dan dinikmati.
Resep Metal racikan Parau bisa dikategorikan cukup spesifik : penulisan lirik yang peka dan cerdas, berpondasi pada “Tri Hita Karana” ( hubungan horizontal antar sesama manusia, manusia dengan alam ; serta vertikal antara manusia dengan Sang Pencipta ). Dalam penciptaan lagu dan aksinya diatas panggung Parau banyak menyuarakan pesan – pesan moral, kepedulian terhadap kehidupan sosial manusia dan lingkungan hidup. Peka terhadap realita situasi dan kondisi roda kehidupan manusia di dunia merupakan bahan utama bagi Parau dalam penciptaan lagu sebagai respon kepedulian terhadap jalannya kehidupan.
Atas kepedulian tersebut pada akhir tahun 2008, Parau memperoleh penghargaan sebagai band yang peduli terhadap lingkungan dalam sebuah event bertajuk Bali Jamfest. Sebuah manuver yang tentu tidak mudah, namun Parau mampu mengeksekusinya dengan baik, publik muda pun meresponsnya dengan penuh gairah