Rabu, 29 September 2010

AVENGED SEVENFOLD

Avenged Sevenfold

Band ini dibentuk pada tahun 1999 di Huntington Beach, California dengan anggota asli M. Shadows, Zacky Vengeance, The Rev dan Matt Wendt. memberi nama bandnya yang referensinya berasal dari cerita Cain dan Abel dari Bible, meskipun demikian, mereka bukanlah band agamis. Saat pembentukannya, masing-masing anggota band ini memakai nama samaran yang juga merupakan nama panggilan mereka saat bersekolah di Sekolah Menegah Atas. Sebelum merilis album debut mereka, band ini merekam dua demo pada tahun 1999 dan 2000. Album pertama mereka, Sounding the Seventh Trumpet, direkam ketika para anggota band masih berumur delapan belas tahun dan juga masih bersekolah di sekolah menengah atas. album ini pada awalnya dirilis oleh perusahaan label pertama mereka, Good Life Record pada tahun 2001. Setelah gitaris Synyster Gates bergabung dengan band, pada akhir 1999 masuk ketika ia berusia 18 tahun. Lagu "To End the Rapture" direkam ulang dengan menampilkan anggota penuh band. Album ini kemudian dirilis ulang pada Hopeless Records pada tahun 2002.
Band ini lalu mulai menerima pengakuan, mereka tampil dengan band-band seperti Mushroomhead dan Shadows Fall dan bermain di Take Action Tour. Setelah bassis keempat mereka, Johnny Christ bergabung secara permanen, mereka merilis album Waking the Fallen di Hopeless Records pada bulan Agustus 2003. Band menerima pengakuan oleh Billboard dan The Boston Globe, dan juga bermain di "Vans Warped Tour". Pada tahun 2004, Avenged Sevenfold mengadakan tur kembali di "Vans Warped Tour" dan merekam video untuk lagu "Unholy Confessions "yang masuk tangga lagu di MTV2's Headbanger's Ball. Tak lama setelah merilis Waking the Fallen, Avenged Sevenfold meninggalkan Hopeless Records dan menandatangani kontrak yang diajukan oleh Warner Bros.

Senin, 13 September 2010

Hatebreed

Satu lagi event musik besar yang wajib disambangi oleh para pecinta musik cadas se-Indonesia, yakni Hatebreed. Band beraliran hardcore/metal ini direncanakan manggung di Jakarta dalam rangka tur Asia.
Band beranggotakan Jamey Jasta (vokal), Chris Beattie (bass gitar), Wayne Lozinak (gitar), Matt Byrne (drum), dan Frank Novinec (gitar) ini bakal mengguncang penikmat hardcore di Jakarta pada 27 Oktober mendatang di Senayan, Jakarta.
Adapun promotor Lian Mipro yang akan mendatangkan band asal Connecticut, Amerika Serikat ini ke Asia Tenggara termasuk Indonesia. Mereka juga dijadwalkan akan bermain di China. Namun hingga kini, belum bisa dipastikan berapa harga yang akan dipatok untuk konser mereka ini.
Dikabarkan, harga tiket yang akan dikeluarkan pihak Lian Mipro berada di kisaran Rp150.000-Rp300.000. Namun, hingga detik ini, Dapur Letter masih belum bisa mengonfirmasi hal tersebut kepada pihak Lian Mipro.
Hatebreed juga bakal menghiasi akhir tahun ini menjadi band beraliran cadas yang menggoyang Indonesia bersama band-band beraliran sejenis lainnya seperti Dying Fetus, Exodus, dan kemungkinan besar Edenbridge. Setelah sebelumnya ada Slash.
Asal tahu saja, Hatebreed dibentuk pada tahun 1994 di Bridgeport, Waterbury, dan New Haven. Mereka mulai dengan merekam demo lagu tiga dan menjualnya ke penduduk setempat.

Rabu, 08 September 2010


MADBALL adalah satu dari sedikit veteran hardcore yang tersisa sekarang ini dan mereka terbentuk dari satu band projekan dua bersaudara Freddy Cricien dan vokalis AGNOSTIC FRONT, Roger Mirret.

Kerja keras yang dirintis sejak awal 80-an hingga akhirnya MADBALL dan AGNOSTIC FRONT menjadi bagian utama scene hardcore terbesar di planet yang semakin panas ini, New York Hardcore.

Tak kurang delapan album penuh telah mereka hasilkan sejak merilis debut album penuh “Droppin’ Many Suckers” di tahun 1992 dan kini “Infiltrate the System” yang dirilis oleh Ferret Records di Amerika dan I Scream Records untuk wilayah Eropa kedengarannya lebih berat daripada album-album mereka sebelumnya seperti “Set It Off” dan “Demonstrating My Style”.

Satu pembuktian nyata bahwa musik trendi dan zaman tidak merubah mereka yang memang pionir di genre hardcore untuk mempengaruhi kelahiran band-band hebat lainnya seperti TERROR ataupun COMEBACK KID.

“Infiltrate the System” membuktikan kedigdayaan MADBALL yang kini sedang menuju dekade ketiga mereka terbentuk.

Bagi fans lama, album baru ini tidak akan begitu terdengar asing karena mereka membawa album ini seperti yang kita dengar di album-album lawas mereka.

Lagu ‘No Escape’ dan ‘The Messanger’ adalah dua contoh utama.
Secara keseluruhan album ini menawarkan 13 lagu masih dengan kebanggaan sebagai bagian scene hardcore New York seperti yang mereka sampaikan di lagu ‘Stand Up NY’ sekaligus nomor pamungkas mereka.

Selain memiliki lirik-lirik kebanggaan sebagai band hardcore yang kebanyakan berbicara tentang friendship dan kultur sosial, MADBALL melanjutkan ciri mereka untuk tetap menyampaikan pesan atau pandangan politik melalui musik.
Sebagai contoh dengarkan lagu-lagu seperti ‘Revolt’, ‘Set Me Free’ ataupun juga ‘Liberty or Death’.

Sementara lagu ‘No Escape’ secara tegas ditujukan kepada salah satu anggota band hardcore SLAPSHOT. Permusuhan yang saling lontar lewat lirik dan musik.